Berita Terbaru

Buntut Ucapan Kotor Kades Pasirkembang, Komunitas LSM Dan Wartawan Lebak Desak Camat Maja Gelar Audiensi

By On Jumat, Juni 07, 2024

 


Lebak, BewaraNews.Com – Buntut ucapan kotor dan berbau pornografi yang terlontar dari Jakaria, Kepala Desa Pasirkembang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, kepada Darja, Wartawan Online Radarmetro dan Rusmedi pengurus LSM Banten Transparansi Independen, pada Senin, 03 Juni 2024, di halaman Kantor Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, sontak mengundang reaksi dari Komunitas LSM dan Wartawan Kabupaten Lebak. 

“Dengan menyebut nama Wartawan dan LSM, berarti dia bicara atas nama kelembagaan, bukan bicara secara personal, jelas ini akan mencoreng citra dan nama baik LSM dan Wartawan di Kabupaten Lebak, untuk itu, mari kita sikapi bersama-sama,” ungkap Mamik Selamet, Kordinator BK-LSM Kabupaten Lebak, Jum’at, (07 Juni 2024).

Lebih lanjut, Mamik Selamet menilai, seharusnya Kades tidak boleh bersikap arogan dan berkata kotor, sebab Kades adalah seorang pemimpin yang sudah disumpah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, khususnya dalam melayani Masyarakat. 

“Jika Kades tidak mau dikonfirmasi baik oleh Wartawan mau pun oleh LSM selaku Lembaga Kontrol, maka dipastikan dia tidak memahami terkait aturan, atau jangan-jangan ada ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran di Desanya, sehingga terkesan protek pada saat rekan-rekan memonitorong kegiatan yang sedang dilaksanakan,” tambahnya. 

Hal senada dijelaskan Hasan Basri, Aktivis Sosial Kabupaten Lebak. Menurutnya, keberadaan Wartawan dan LSM khususnya di Kabupaten Lebak, terbentuk berdasarkan amanat Undang-Undang. 

“Tak pantas seorang Kepala Desa berbicara kotor, jelas itu sebuah penghinaan yang seharusnya tidak terucap dari seorang Kepala Desa, seorang publik figur yang seharusnya dapat memberikan contoh yang baik kepada Masyarakat, jelas ini tak bisa dibiarkan, sebab nanti menjadi kebiasaan” ungkap Hasan Basri. 

Hasan Basri juga berencana, dalam waktu dekat pihaknya segera berkoordinasi dengan LSM dan Wartawan Se-Kabupaten Lebak dan Se-Provinsi Banten, untuk mempertanyakan terkait ucapan Kepala Desa Pasirkembang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. 

“Secepatnya kami akan mendorong Camat Maja agar segera memfasilitasi rekan-rekan Media dan LSM, agar dipertemukan dengan Kepala Desa Pasirkembang, dan Insya Allah, kami juga akan berkoordinasi dengan pengurus LSM, Ormas, serta Media se Kabupaten Lebak dan di Provinsi Banten pada umumnya, karena ini sudah menyangkut marwan dan citra kelembagaan,” Katanya.

Arifhidayat salah satu dari lembaga JMPL jaringan masyarakat peduli Lebak bemberikan keterangan dengan adanya rancu bahasa kades pasir kembang tidak pantas bahkan bahasa seperti itu memincu konflik di masyarakat dan kami pun di anggap tidak pantas untuk melakukan kontrol sosial,” paparnya.

Wujud Kepedulian Kepada Masyarakat, Kapolres Lebak Melalui Kapolsek Panggarangan Giat Baksos di Ponpes Darul Anwar Desa Karangkamulyan

By On Kamis, Mei 30, 2024

 

Kapolsek Panggarangan Iptu Suherli Setiawan bersama anggotanya saat melakukan bakti sosial memberikan berupa Semen Merah Putih di Ponpes Darul Anwar Desa Karangkamulyan Kecamatan Cihara

LEBAK, BewaraNews.Com - Wujud kepedulian terhadap Pondok Pesantren, Kapolres Lebak, melalui Kapolsek Panggarangan Iptu Suherli Setiawan melaksanakan bakti sosial (Baksos) memberi bantuan lima sak semen Merah Putih untuk membantu pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Anwar Cidahu, yang berlokasi di Kampung Cidahu RT. 001 RW.002, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. Kamis, (30/5/2024). sekitar Jam 08.00 Wib

Bakti sosial yang dilakukan Kapolres Lebak melalui Kapolsek Panggarangan Iptu Suherli Setiawan, di dampingi oleh Kanit Binmas Aiptu Cecep Rakhmat Hidayat, dan Brigadir Encup Supriatna selaku Bhabinkamtibmas Desa Karangkamulyan yang diterima langsung oleh pimpinan Ponpes Darul Anwar Cidahu Ky. Sukanta yang dihadiri oleh Sekertaris Desa (Sekdes) Karangkamulyan Suherna Wijaya.

Kapolres Lebak AKBP Suyono,S.I.K., melalui Kapolsek Panggarangan Iptu Suherli Setiawan  mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa empati Polri kepada masyarakat.

“Ya benar hari ini kita laksanakan giat bakti sosial di Pondok Pesantren Darul Anwar Cidahu, dengan memberikan berupa Semen Merah Putih sebanyak lima sak. Kami sengaja melakukan kegiatan rutin baksos ini, semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut,” beber Kapolsek Panggarangan.

Kata Iptu Suherli Setiawan, bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kehadiran Kepolisian  di tengah masyarakat. Dan saya berharap bantuan ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para santri di Pondok Pesantren Darul Anwar Cidahu," ujarnya.

Meskipun bantuan yang diberikan ini tidak , seberapa, kami meminta kepada pondok pesantren Darul Anwar Cidahu, jangan melihat besar kecilnya bantuan yang kami berikan, namun keikhlasan dan kepedulian serta berbakti sebagai wujud Negara hadir di tengah-tengah masyarakat pada situasi apapun itu,"  tutup Iptu Suherli Setiawan.


(Sane/Cup)

Pesona Wisata Alam Lereng Cibolang Lebak Banten, Fasilitas yang Lengkap dan Memanjakan Mata

By On Minggu, April 14, 2024


LEBAK, BewaraNews.Com – Objek Wisata Alam Lereng Cibolang yang berada di Kampung Cinyiru, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi pilihan favorit para pengunjung wisatawan. 

Selain tempatnya yang epik dan estetik juga memanjakan mata saat melihat pemandangan yang indah di jembatan kaca.

Panorama alam yang sangat indah serta udara sejuk menjadi daya tarik tersendiri. Selain jembatan kaca ada juga kolam renang serta caffe .

Tempat wisata yang berada di kawasan Gunung Luhur itu juga udaranya masih sangat sejuk dan segar.

Namun yang sangat membuat pengunjung kagum dengan tempat wisata ini, yaitu jembatan kacanya yang langsung mengarah ke pemandangan perbukitan, cocok untuk spot selfie dan foto.

Jembatan kaca yang dimiliki Lereng Cibolang termasuk satu-satunya di Banten. Sehingga banyak yang penasaran dengan jembatan kaca yang berada di Lereng Cibolang. Fasilitas yang tersedia juga tergolong lengkap, ada cafe, parkir, mushola dan toilet.

Untuk dapat menikmati keindahan alam dari atas Lereng Cibolang, wisatawan hanya membeli tiket parkir motor Rp3.000, mobil Rp5.000, dan area spot photo Rp10 ribu, untuk dua spot foto, untuk harga tiket masuk ke kolam berenang masih promo. 

Menurut Nurul Azis, pengelola wisata Lereng Cibolang, semenjak Lebaran pertama hingga sekarang per hari pengunjung mencapai ribuan lebih wisatawan yang datang,

"Pengunjung juga banyak dari kalangan artis-artis dan turis manca negara, banyak juga lokal dan Jabodetabek," kata Azis kepada awak media ini, Sabtu, 13 April 2024.

Untuk keamanan, kata Azis, pihaknya telah menyiapkan personil di masing-masing wahana, seperti di area spot photo ada dua orang, area kolam berenang tiga orang, dan tempat parkir tiga orang.

Ia mengimbau kepada pengunjung yang memasuki area spot foto tidak boleh melebihi delapan orang, harus bergantian dengan pengunjung lain, dan diwajibkan memakai sandal yang sudah disediakan, karena untuk mencegah adanya percikan batu-batu kecil yang menempel di sandal atau sepatu.

"Semoga ke depannya wisata alam Lereng Cibolang ini menjadi tempat wisata adrenaline yang memiliki basic wisata alam yang banyak memiliki wahana ACA. Mudah-mudahan ke depannya juga memiliki wahana-wahana favorit dan bisa membawa nama Kabupaten Lebak, Banten umumnya, dan semua para pecinta wisata alam," tutupnya. (*/red)

Tunjukan kepedulian, Kejari dan Pemkab Lebak Rehab Rumah Janda Tua

By On Jumat, April 05, 2024

 


Lebak, BewaraNews.Com – Kejaksaan Negeri Lebak bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melakukan perbaikan atau rehab rumah seorang janda tua bernama ibu Enah Suhaenah di kampung Leuwiranji, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Kamis, (4/4/2024).

Bahwa sebelumnya kondisi rumah Ibu Enah Suhaenah sangat memprihatinkan, hal tersebut menjadi perhatian khusus dari Kejaksaan Negeri Lebak untuk memberikan bantuan secara nyata dengan berkolaborasi dan mendorong pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak untuk memperbaiki rumah yang ditempati oleh Ibu Enah Suhaenah, agar dapat Kembali layak dan nyaman untuk ditempati.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lebak Andi Muhammad Nur Indra, SH., MH. Mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Lebak memberikan bantuan berupa sembako, dan uang tunai untuk keperluan sehari – hari, serta bahan bangunan untuk rehab rumah ibu Enah Suhaenah, selain itu Bantuan yang diberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui Korpri Kabupaten Lebak berupa uang tunai untuk pembelian bahan material yang pengerjaannya akan dilakukan secara swakelola oleh warga sekitar rumah ibu Enah Suhaenah.

Bahwa bantuan perbaikan rumah ibu Enah Suhaenah tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata Kejaksaan Negeri Lebak kepada masyarakat Kabupaten Lebak.

Safari Ramadan di Lebak, Pj Sekda Virgojanti Sebut Banten Selatan Tumbuh Bersama

By On Selasa, April 02, 2024


LEBAK, BewaraNews.Com – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Virgojanti memimpin rombongan kegiatan Safari Ramadan 1445 H, di Masjid Agung Al Araaf, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin, 01 April 2024.

Pj Sekda Virgojanti dalam sambutannya mengatakan, Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten merupakan suatu kegiatan yang sangat positif. Selain menjadi ajang silaturahmi antara jajaran Pemprov Banten dengan masyarakat, kegiatan tersebut juga sebagai wadah dalam menyerap aspirasi masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kegiatan rutin Safari Ramadan ini juga suatu rangkaian ibadah kita di bulan suci Ramadan dan merupakan suatu sarana untuk menjalin ukhuwah islamiyah atau berbagi kasih sayang dengan semua pihak,” ucap Virgojanti.

“Pemprov Banten bersama-sama masyarakat mendorong wilayah Banten Selatan agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat sejalan dengan Banten bagian utara,” katanya.

Saat ini, kata Virgojanti, Pemprov Banten juga mendorong percepatan pembangunan wilayah perdesaan melalui dana bantuan desa sebesar Rp100 juta untuk masing-masing desa, dan diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tidak hanya itu, lanjut Virgojanti, Pemprov Banten juga terus menggiatkan sejumlah agenda pembangunan infrastruktur maupun sarana dan prasarana layanan pendidikan, kesehatan hingga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Hal itu bertujuan dalam percepatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap agar bantuan sosial yang digulirkan benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bantuan dari Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Baznas Provinsi Banten berkolaborasi dengan Baznas Provinsi Banten berupa bantuan Masjid sebesar Rp5 juta, bantuan untuk Mushola sebesar Rp5 juta, bantuan pendidikan kepada 20 orang, bantuan Guru Ngaji kepada 20 orang, bantuan Guru Madrasah kepada 20 orang, bantuan marbot Masjid kepada 20 orang, dan pendistribusian zakat fitrah kepada 300 orang penerima manfaat.

Selain itu, dilakukan juga penyerahan zakat fitrah dari pegawai Kabupaten lebak sebesar Rp564 juta, Zakat Fitrah masyarakat Kecamatan Bayah sebesar Rp12 juta kepada Baznas Kabupaten Lebak, serta dilakukan penyerahan santunan kepada Mustahik Zakat Fitrah sebesar Rp975 juta kepada 24.375 jiwa. (*/red)

Sosok Ahmad Al Bukhori, S.Kep., S.H. Caleg DPRD Banten Penuh Talenta dari Partai Hanura Dapil Lebak

By On Senin, Februari 12, 2024

 


LEBAK, BewaraNews.Com - Ahmad Albu Khori, S.Kep.,S.H. adalah sosok muda yang penuh talenta. Pria kelahiran Lebak 12 Januari 1991 ini sejak kecil sudah memiliki talenta yang luar biasa yang paling menonjol adalah talenta di bidang Dakwah yang ia buktikan saat mengikuti Lomba Da’i Cilik di Tv Indosiar.

Dengan berbagai pendidikan yang Multi disiplin ilmu, mulai dari Sekolah Perawat, Kuliah di Jurusan Hukum dan saat ini sedang menjalani Pendidikan S2 di STIH Painan Kota Serang, Sosok Ahmad Albu Khori menjelma menjadi pemuda yang mampu berkiprah untuk memberi solusi di tengah masyarakat. 

Pengalaman kerja Ketua Bappilu Partai Hanura Banten ini dimulai dari RSUD Banten sebagai tenaga kesehatan yang profesional.  

Dari posisi tempat kerjanya inilah kepeduliannya kepada sesama komunitas dan rasa setia kawan yang membuatnya menjadi aktivis yang tergerak untuk memperjuangkan aspirasi komunitas Tenaga honorer di Lingkungan Pemprov Banten.

Melihat fenomena yang terjadi di tengah masyarakat,  kurang berfungsinya lembaga perwakilan rakyat serta lemahnya kinerja eksekutif di Pemerintahan Provinsi Banten, membuatnya kemudian memilih untuk berkiprah di jalur politik dengan melabuhkan diri di Partai Hanura Provinsi Banten.

Maka, di Pemilu Legislatif tahun 2024 ini, Ahmad Albu Khori yang biasa dipanggil Jojo ini kemudian mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPRD Banten dari Daerah Pemilihan Lebak dengan Nomor urut 1.

Menurut Jojo, apa yang ia perjuangkan dalam pencalonannya adalah bagian dari berlomba lomba dalam kebaikan atau Fastabiqul Khoirot dan bisa berkontribusi untuk pembangunan Daerah terutama dibidang kesehatan serta memperjuangkan tenaga Honorer agar memiliki status yang jelas.

“Harapan kedepan urusan fastabiqul Khoirot saya kedepankan. Akan saya perjuangkan Nasib Seluruh honorer di Provinsi Banten agar memiliki status yang Jelas khususnya Kabupaten Lebak agar bisa terangkat menjadi PPPK dan ASN. Agar kedepan bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah. Bergerak dibidang kesehatan agar mampu menyehatkan seluruh lapisan masyarakat. Bergerak dibidang hukum agar mampu menegakkan keadilan yang seadil-adilnya. Bergerak dibidang dakwah memotivasi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” Ungkap nya. 

Ini adalah data lengkap Caleg DPRD Banten Nomor urut 1 Dapil Lebak dari Partai Hanura.

Nama AHMAD ALBU KHORI.S.Kep.,S.H. 

Lahir di Lebak pada 12 Januari 1991.

Alamat. Kampung Muncang, Desa Muncang RT. 002 RW. 001 Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak Banten.

Riwayat Pendidikan:

SDN 1 MUNCANG

SMPN 1 MUNCANG

SMAN 1 MUNCANG

D3 YATNA YUANA LEBAK

S1 KESEHATAN FATHIR HUSADA.

S1. HUKUM UNIVERSITAS PAINAN.

S2 MELANJUTKAN DI UNIVERSITAS PAINAN. 



(*)

Jelang Pemilu, Petugas KPPS Lapas Rangkasbitung Resmi Dilantik

By On Kamis, Januari 25, 2024

 


Rangkasbitung, BewaraNews.Com - Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Lapas Kelas III Rangkasbitung Kanwil Kemenkumham Banten resmi di lantik hari ini bertempat di Aula Madrasah An-Nizhom, Kamis (25/01/24).

Kalapas Rangkasbitung, Suriyanta Leonardo Situmorang menyampaikan ini merupakan rangkaian menuju pemilu 2024 yang akan dilaksanakan 14 Februari mendatang.

“Kami sudah mempersiapkan mulai dari pendataan seluruh warga binaan hingga pegawai yang akan melaksanakan pemilu sebagai petugas KPPS, kami harap semua rangkaian berjalan lancar hingga pemilu selesai nanti,” ungkap Kalapas.

Sebagai informasi petugas KPPS Lapas Rangkasbitung akan melaksanakan tugas Penyelenggaraan Pemilu 2024 pada TPS Khusus di Lapas Rangkasbitung yang merupakan bagian dari Kelurahan Muara Ciujung Barat, Rangkasbitung. 



(*)

1st Asean Conference 2024, Kalapas Rangkasbitung Jadi Anggota delegasi Pemasyarakatan Indonesia

By On Rabu, Januari 24, 2024

 


Rangkasbitung, BewaraNews.Com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung Kanwil Kemenkumham Banten mengikuti kegiatan 1st ASEAN Correctional Conference di Langkawi, Malaysia, Selasa (23/01/24).

Pelaksanaan 1st ASEAN Correctional Conference menjadi poin kunci dalam peningkatan manajemen pemasyarakatan di lingkup ASEAN, dalam rangka mewujudkan program rehabilitasi dan keamanan. Kegiatan ini dipelopori oleh Departemen Penjara Malaysia guna mengumpulkan ahli pemasyarakatan Asia Tenggara untuk bertukar pengalaman serta mendorong kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di antara para pegawai Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Suriyanta Leonardo Situmorang menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 21-24 Januari 2024, kali ini bertugas sebagai perwakilan pemasyarakatan dari Indonesia untuk bertukar ilmu seputar pemasyarakatan sebagai pihak rehab, pembina, dan pengamanan.

“Di sini kami membahas banyak topik utama seperti persimpangan permasalahan masyarakat dan teknologi, membentuk lingkup pemasyarakatan yang beradab, penanganan bangunan yang sudah lama, pidana bersyarat hingga Restorative justice,” ujar Kalapas.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum pembahasan pelaksanaan transformasi sistem penjara sesuai dengan kondisi global, serta mencari metode terbaik dalam pelaksanaan pemasyarakatan diera digital ini. 



(*)

Studi Tiru WBK, Rutan Pasangkayu Sulawesi Barat Kunjungi Lapas Rangkasbitung

By On Jumat, Januari 19, 2024

 


Rangkasbitung, BewaraNews.Com - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung Kanwil Kemenkumham Banten menerima kunjungan Rutan Kelas II B Pasangkayu dalam rangka Studi Tiru Pembangunan ZI di Lapas Kelas III Rangkasbitung, Jum’at(19/01)

Rombongan Studi tiru Rutan Pasangkayu dipimpin Kepal Rutan beserta tim dan disambut langsung Kalapas Rangkasbitung didampingi Pejabat struktural dan tim Pembangunan ZI. Studi tiru diawali dengan diskusi di Aula, dan dilanjutkan dengan meninjau sejumlah tempat dan inovasi Lapas Kelas III Rangkasbitung diantaranya Ruang PKBM, LPK, Dapur sehat, Perpustakaan, Area Kunjungan dan diakhiri dengan diskusi pembangunan ZI di ruang Rapat.

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Suriyanta Leonardo Situmorang menyampaikan kebanggaan tersendiri bagi pribadi dan keluarga Lapas Rangkasbitung dapat berbincang dan bertukar ilmu mengenai zona integritas bersama Rutan Pasangkayu.

“Tentu kami sangat bangga menerima kunjungan kali ini, semoga studi tiru kali ini dapat membawa kebaikan bagi kita semua dalam memberikan pelayanan pada masyarakat,” ujar Kalapas.

Kepala Rutan Kelas II B Pasangkayu, Tisep Oven Harry menyampaikan ucapan terima kasih dan tentu ini menjadi momentum awal keseriusan Rutan Pasangkayu dalam mewujudkan Zona Integritas menuju WBK/WBBM 2023.

“Kami sangat berterima kasih telah disambut dengan baik oleh Lapas Rangkasbitung, semoga kami dapat mengikuti jejak Lapas Rangkasbitung untuk menciptakan Zona Integritas dan mendapat predikat WBK,” Ujar Karutan Pasangkayu.



(*)

Viral di Medsos, Dandim 0603/Lebak Buka-Bukaan Soal PT SBJ, KLHK Diminta Segera Tangkap Pengusaha Bandel

By On Rabu, Januari 17, 2024

 


Lebak, BewaraNews.Com – Pihak Komando distrik militer (Kodim) 0603/Lebak, meluruskan isu intervensi anggota TNI terhadap pekerja di lokasi PT. Samudra Banten Jaya (SBJ) di Kecamatan Cibeber, yang viral di media sosial Tik tok.

Dalam unggahan berdurasi sekitar 2 menit, akun tik tok milik @Pamasuka membuat narasi tentang bagaimana di lokasi tambang emas milik PT SBJ keberadaan anggota Kodim 0603/Lebak yang telah melakukan perampasan kunci mobil milik pekerja PT SBJ, dan atas hal tersebut PT SBJ akan melaporkan Dandim 0603/Lebak ke Puspom TNMenanggapi hal ini, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0603/Lebak, Letkol Arh Erik Novianto menegaskan, kehadiran anggota TNI di lokasi tambang PT SBJ hanya sebagai pendamping dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kehadiran anggota Kodim 0603/Lebak, hanya sebatas mendampingi Pihak Gakum KLHK dalam melakukan penyegelan terhadap lokasi tambang SBJ, ga lebih dari itu,” katanya sambil memperlihatkan surat tugas pendampingan dari KLHK. Rabu (17/01/24).

Erik menjelaskan, bahwa pihaknya merasa ada upaya-upaya dari oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mempolitisir keadaan, agar kehadiran anggota Kodim 0603/Lebak seolah telah melakukan intervensi terhadap aktivitas penambangan PT SBJ.

“Itu berita Hoax, dalam unggahan tersebut terlihat aktivitas di area penambangan milik SBJ padahal lokasi tersebut sudah di segel oleh Gakkum KLHK, jadi kami sebagai pihak yang diminta oleh KLHK untuk mendampingi dan memastikan situasi di lokasi tambang tidak ada kegiatan, dan sepertinya kehadiran anggota kami dianggap telah mengganggu aktivitas ilegal tersebut,” katanya menjelaskan.

Erik mengaku akan segera melakukan langkah hukum terhadap akun @Pamasuka yang telah mempublish narasi seolah anggotanya telah melakukan intervensi.

Kami (Kodim 0603/Lebak) telah melaporkan balik PT SBJ ke pihak Polres Lebak, dan untuk pembuat akun tiktok milik @Pamasuka kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Banten untuk menelusuri siapa pembuat akun tersebut.

Ditawarkan sejumlah uang oleh Oknum PT SBJ. Dalam jumpa pers di markas Kodim 0603/Lebak, terungkap bahwa setelah pihak KLHK melalui GAKKUM melakukan penyegelan area tambang PT SBJ, beberapa oknum yang mengatasnamakan PT SBJ mendatangi dan menawarkan sejumlah uang yang nilainya cukup fantastis, namun pihaknya menolak sebab tawaran tersebut bertujuan supaya pihak Kodim 0603/Lebak memberikan ijin ke PT SBJ untuk bisa terus melakukan aktivitas penambangan.

Diketahui, Area PT SBJ di segel oleh GAKUM KLHK setelah dilaporkan oleh masyarakat setempat karena dalam proses pengolahan emas, limbah yang dihasilkan dari sisa pengolahan emas tersebut telah mencemari aliran sungai, dari kajian dan penelitian oleh pihak KLHK, terkandung kadar Sianida dan Mercuri yang sangat tinggi dalam limbah tersebut.

Sampai berita ini kembali dipublish, di area pengolahan emas PT SBJ saat ini masih terlihat aktivitas pengolahan emas seolah segel dan plang yang dipasang oleh KLHK hanyalah sebuah hiasan semata.



(*)

Perluasan Lahan Rumah Sakit Kartini Diduga Jelas Tak Kantongi Izin

By On Sabtu, Januari 13, 2024

 


LEBAK, BewaraNews.Com – Polemik perluasan lahan RS Kartini oleh PT Karya Husada Bakti di area Sungai Kalimati saat ini bergulir di para pemangku kebijakan yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, hal tersebut terjadi lantaran perluasan lahan sekitar 3000 meter yang dijadikan area parkir, ruang tunggu serta kios sampai saat ini belum memperoleh ijin apapun dari pihak pemkab Lebak alias ilegal.

Diketahui, dari audiensi para Aktivis yang menamakan Barisan Rakyat Lawan Korupsi Nusantara (Baralak Nusantara) dengan pihak Pemkab Lebak yang dihadiri para OPD terkait minus PUPR diantaranya, Asda 1 Alkadri, Kepala Satpol PP Lebak Dartim, Dinkes Lebak Dr Firman, serta dari Polres Lebak, perluasan lahan oleh PT Kartini Husada Bakti memang belum sama sekali ada ijin dari Pemkab.

“Kalau untuk bangunan utama memang sudah terdaftar PBG nya di PTSP, dan lahan tersebut sudah bersertifikat Hak milik, namun kalau untuk lahan perluasannya kami belum mengeluarkan ijin apapun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Yadi di ruang Asda 1. Jum’at (12/1/24).

Yadi menjelaskan kalau prosedur yang harus di tempuh untuk mendapatkan PBG sudah merupakan aturan baku dari Pemkab, artinya ada beberapa tahapan yang harus ditempuh diantaranya ada persetujuan dari masyarakat setempat dan rekomendasi dari Dinas PUPR.

“Kalau prosedur tersebut tidak ditempuh, kami tidak mungkin bisa mengeluarkan ijin,” kata Yadi lagi.

Menyikapi pernyataan dari Kadis DPMPTSP Lebak, para aktivis Baralak Nusantara meminta kepada Pemkab Lebak untuk segera melakukan tindakan serta langkah-langkah konkrit terkait dengan perluasan area RS Kartini atas dugaan pelanggaran terhadap baku yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Ini namanya sebuah pembangkangan terhadap aturan, dengan dalih apapun itu tidak bisa dibenarkan, saya minta sikap tegas dari Pemkab Lebak melalui Satpol PP agar segera melakukan penertiban, apalagi area tersebut jelas berada di area sepadan Sungai,” Kata Sekretaris Jendral Baralak Nusantara Haasan Basri.

Aktifis yang keseharian di panggil dengan sebutan Acong ini juga mengkritisi keras kinerja Satpol PP Lebak, menurutnya hal yang sangat tidak mungkin pihak Pemkab Lebak melalui para penegak perda tidak mengetahui adanya perluasan area yang dilakukan oleh PT Kartini Husada Bakti.

“Untuk menghindari adanya mosi tidak percaya masyarakat terhadap pemerintah serta untuk menghindari adanya kegaduhan menjelang Pemilu 2024, toh pernyataan dari Kepala DPMPTSP sudah jelas, jadi tolong segera tertibkan area ilegal di RS Kartini,” tandas Acong. 

Diakhir audiensi, Asda 1 Pemkab lebak Alkadri berjanji akan segera bersurat kepada pihak manajemen PT Kartini Husda Bakti untuk melakukan cek dan ricek seputar polemik tersebut.

“Kita akan segera melakukan pemanggilan kepada pihak manajemen serta menerjunkan pihak penegak perda yakni Satpol PP untuk menelusuri area mana saja yang di bangun tanpa ijin ke pemda lebak,” katanya.

“Jadi harap bersabar ya,” imbuhnya. 



(Red)

Kejari Lebak Terima Pembayaran Denda dan Biaya Perkara Tipikor Atas Terpidana DRA. Sopiah

By On Jumat, Januari 12, 2024

 


Lebak, BewaraNews.Com – Kamis 11 Januari 2024, bertempat di Ruang bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lebak, dalam acara itu Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan bersama dengan Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Lebak menerima uang pembayaran denda dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana Dra. Sopiah alias Maria Sopiah.  Jum’at (12/01/24).

Uang pembayaran denda tersebut sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) dan biaya perkara sebesar Rp.5000,- ( Lima Ribu Rupiah). Adapun Pembayar denda dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi suap di BPN Kabupaten Lebak berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Serang Nomor : 14/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Srg pada tanggal 20 Juli 2023.

Terpidana Dra. Sopiah alias Maria Sopiah dikenakan denda sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah), adapun penyerahan denda dan biaya perkara dilakukan oleh keluarga korban atas nama Terpidana DRA. Sopiah kepada Kejaksaan Negeri Lebak dengan total Rp. 100.005.000,- (Seratus Juta Lima Ribu Rupiah) pada tanggal 11 Januari 2024.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Lebak, Andi M. Nur mengatakan, uang tersebut diterima langsung oleh Kasie Tindak Pidana Khusus bersama Kasie Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Lebak, dan uang tersebut akan dikembalikan ke kas Negara,” katanya. 


(Red)

Tempat Parkir Rumah Sakit Misi Overload, Berdampak Semrawut di Jalan Multatuli

By On Jumat, Januari 12, 2024

 


Lebak, BewaraNews.Com – Semrawutnya lokasi lahan parkir milik RS MISI yang berlokasi di Jl Multatuli No. 41, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dikeluhkan sejumlah pengguna jalan. Pasalnya, lahan parkir yang diperuntukkan bagi pengunjung RS Misi selain masih manual, pada jam- jam tertentu akibat lahan yang kurang memadai, mobil pengunjung banyak yang diparkir di badan jalan. Kamis, (11/01/24).

“Posisinya pas di perempatan jalan multatuli, jadi kalau kita dari arah yang berlawanan mau putar arah suka ga bisa sekali belok, itu tadi karena banyak mobil yang di parkir di badan jalan,” kata Hasan salah seorang pengguna jalan mengaku kecewa dengan kondisi tersebut, menurutnya di area perempatan jalan multatuli tersebut, selain belum ada trafich light (lampu merah) pada jam pulang sekolah sering terjadi kemacetan.

“Kalau pas bubaran sekolah akan terjadi macet parah, yang saya bingung, itu pihak manajemen RS MISI hari gini ko masih pake parkir manual, harusnya sesuai dengan perkembangan, idealnya pengelola parkir itu pake pintu otomatis, kan lebih tertib,” pungkasnya.

Dibagian lain, juru parkir RS MISI yang kebagian jaga pagi sampai siang mengatakan, bahwa parkiran tersebut dikelola oleh Karang Taruna Kelurahan setempat. Dia mengaku harus meyetorkan sejumlah uang sebayak lebih kurang 100 ribu rupiah kepada pengelola.

“Iya pa, menyebut nama (wartawan) tim yang jaga parkiran sebanyak 9 orang, semuanya warga setempat,” katanya.

Saat disinggung soal kendaraan yang di parkir di badan jalan, dia mengatakan bahwa hal tersebut terpaksa dilakukan karna lahan yang terbatas. 



(Red)

Berikan Arahan Kepada Anggota, Kapospam Wisata Kelapa Warna, Kanit Binmas Polsek Panggarangan Pimpin Apel Pagi

By On Kamis, Desember 28, 2023

 


LEBAK, BewaraNews.Com -  Guna melakukan pengecekan personil yang melaksanakan kegiatan pengamanan Kapospam wisata Kelapa Warna Kanit Binmas Polsek Panggarangan Polres Lebak Aiptu Cecep Rakhmat Hidayat pimpin apel pagi di depan Pos Pengamanan Natal 2023 dan tahun Baru 2024, di Wisata Pantai Kalapa Warna. Kamis (28/12/2023). Jam 08.00 wib.

Dalam kegiatan apel tersebut Kanit Binmas selaku Kapospam pada hari ini, memberikan arahan kepada anggota yang hadir untuk senantiasa menjaga kedisiplinan dan meningkatkan kemampuan kinerja personel Polsek Panggarangan dan juga kekompakan.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Suyono.S.I.K, melalui Kapolsek Panggarangan IPTU Suherli Setiawan mengatakan.

“Pengambilan Apel yang dilaksanakan oleh AIPTU Cecep Rakhmat Hidayat (Kapospam II) Memberikan Arahan kepada personel Polsek Panggarangan sesuai arahan pimpinan, agar Jaga Kedisiplinan dan jangan membuat pelanggaran Sekecil apapun, jaga kesehatan tetap semangat dalam melaksanakan tugas,” Ucapnya.

"Selain itu juga agar para personilnya agar selalu melaksanakan patroli dan himbauan terhadap para pengunjung pantai baik di Wisata Pantai Kalapa Warna maupun di Wisata lainya yang berada di wilayah hukum Polsek Panggarangan agar tetap kondusif aman dan tertib,” Tutupnya.


(Cup)

Polsek Panggarangan Polres Lebak Bersama Koramil 0314/Panggarangan, Giat Patroli Jalan Kaki di Wisata Pantai Kalapa Warna

By On Rabu, Desember 27, 2023

 


LEBAK, BewaraNews.Com – Polsek Panggarangan Polres Lebak bersama Koramil 0314/Panggarangan kembali melaksanakan kegiatan patroli jalan kaki di kawasan wisata Pantai Kelapa Warna. Rabu, (27/12/2023).

Hal ini dilakukan guna meningkatkan rasa aman dan nyaman, pihaknya tak henti -hentinya memberikan himbauan kepada pengunjung yang sedang memarkirkan kendaraan di Kawasan parkiran wisata Pantai Kelapa Warna.

Kegiatan itu dilakukan untuk mencegah aksi kejahatan serta meningkatkan keamanan terhadap para pengunjung yang akan berwisata di Wisata Pantai Kalapa Warna, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Adapun anggota dari Polsek Panggarangan Polres Lebak yang melaksanakan patroli jalan kaki tersebut yaitu, Bripka Atep Eka Mulyadi dan PGs Danramil Panggarangan Pelda Mohamad Idris.

Kapolres Lebak AKBP Suyono S.I.K., melalui Kapolsek Panggarangan IPTU Suherli Setiawan mengatakan, “Bahwa pihaknya dari Polsek Panggarangan saat ini lebih meningkatkan pengamanan dengan cara memberikan himbauan kepada para pengunjung yang akan berwisata ke Wisata yang berada di wilayah hukum Polsek Panggarangan Polres Lebak,” kata Iptu Suherli Setiawan.

IPTU Suherli Setiawan juga menjelaskan, dikarenakan saat ini di hari libur Natal 2023, dan menjelang Tahun Baru 2024, maka Polri lebih sigap dan meningkatkan pengamanan terhadap para pengunjung yang berwisata, baik yang sedang berenang maupun yang sedang bermain di sepanjang pantai Kelapa Warna,” ungkapnya.

“Semua ini yang kami lakukan dari Polri agar masyarakat merasa tenang, nyaman dan aman, sehingga keadaan di wisata berjalan dengan tertib dan kondusif,” Tutupnya.


(Angga)

Polsek Panggarangan Kembali Tingkatkan Pengamanan Kepada Para Pengunjung di Obyek Wisata Kelapa Warna

By On Rabu, Desember 27, 2023

 


LEBAK, BewaraNews.Com - Polsek Panggarangan Polres Lebak Kembali gencar melakukan patroli di area kawasan wisata untuk memberikan himbauan kepada para pengunjung yang sedang berenang dan patroli di sepanjang pantai wisata Kelapa Warna. Rabu, (27/12/2023).

Pada kegiatan patroli dialogis tersebut yang dilaksanakan oleh Bripka Eri Nur Wijayanto, Bripka Atep Eka Mulyadi, dan Aipda L. Hidayat, dan juga dibantu petugas Basarnas Banten Zona Lebak yaitu,  Sito, Iwan, Edo dan Alpin.

Semua itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan terhadap para pengunjung yang berwisata di sepanjang obyek wisata kelapa warna yang lokasinya  terletak di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Kapolres Lebak AKBP Suyono S.I.K melalui Kapolsek Panggarangan Iptu Suherli Setiawan mengatakan bahwa pihaknya dari Polsek Panggarangan saat ini lebih meningkatkan pengamanan dengan cara membersihkan himbauan kepada seluruh para pengunjung.

“Karena saat ini di hari-hari libur Natal 2023, dan juga hanya beberapa hari lagi akan menjelang Tahun Baru 2024, maka Polri lebih sigap dan meningkatkan pengamanan terhadap para pengunjung yang berwisata, baik yang sedang berenang maupun yang sedang bermain di sepanjang pantai Kelapa Warna,” kata Iptu Suherli Setiawan.

Semua ini dilakukan agar masyarakat merasa tenang, nyaman dan aman, sehingga keadaan di wisata berjalan dengan tertib dan kondusif. Untuk itu, kata Suherli Setiawan, saya perintahkan semua anggota, untuk meningkatkan pengamanan dengan cara patroli dan memberikan himbauan kepada para pengunjung.

"Dengan kehadiran Polri di tempat obyek wisata tersebut, dalam keadaan aman dan kondusif," tutup Kapolsek Panggarangan.


(Cup)

Kejaksaan Negeri Lebak Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

By On Kamis, Desember 21, 2023

 


Lebak, BewaraNews.Com - Kejaksaan Negeri Lebak menggelar pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana, Kamis (21/12/23). Dipastikan barang bukti yang dimusnahkan telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Kepala Kejaksaan Negeri Lebak Mayasari, S.H,.M.H mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara tindak pidana yang telah inkrah, terdiri dari jenis perkara tindak pidana perkara Narkotika 26,5916 gram jenis sabu, 3.817 ganja, obat-obatan keras sebanyak 13.162 butir perkara senjata tajam, dan lain-lain.

"Barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar, narkotika dan obat-obatan di depan kantor Kejaksaan Negeri Lebak, pada Kamis 21 Desember 2023,” Ucapnya.

Dijelaskannya, pemusnahan ini merupakan salah satu tugas Jaksa dalam melaksanakan putusan pengadilan. Barang bukti dimusnahkan merupakan hasil pengumpulan selama tahun 2023.

"Acara ini merupakan salah satu tugas jaksa yaitu melaksanakan tugas pengadilan. Tersangkanya sudah di lapas (Lembaga Pemasyarakatan), maka barang buktinya kita musnahkan,” ungkapnya.

Diketahui, acara tersebut dihadiri Asda I Alkadri, Kapolres Lebak diwakili Kasat Narkoba AKP Ngapip Rujito, S.H,.M.H. Dinas Kesehatan diwakili dr. Firman, Kodim 0603 diwakili Kasdim Mayor Inf. Asmail dan Didi Suharyadi DPD PERANK kabupaten Lebak dan tamu undangan, serta sejumlah awak media dari beberapa media di kabupaten Lebak.



(*)

Dandim 0603/Lebak Bantah Isu Adanya Keterlibatan Oknum TNI dalam Aksi Unjuk rasa Warga ke PT SBJ

By On Selasa, Desember 19, 2023

 


LEBAK, BewaraNews.Com - Adanya pemberitaan terkait oknum Kodim 0603/Lebak yang diduga menunggangi aksi unjuk rasa di PT SBJ, Dandim 0603/ Lebak Letkol Arh Erik Novianto merasa keberatan dan angkat bicara terkait pemberitaan disalah satu media tersebut.

Dandim 0603/Lebak Letkol Arh Erik Novianto mengatakan, keberadaan TNI disana itu semata-mata karena adanya permintaan pengamanan dan pengawasan terhadap PT SBJ. Dimana Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melaksanakan investigasi terhadap PT SBJ yang diduga limbah produksinya telah mencemari lingkungan khususnya aliran sungai.

"TNI dalam hal ini Kodim 0603/Lebak berikut juga dengan Polres Lebak diminta untuk mendampingi KLHK menuju ke lokasi PT SBJ demi terciptanya situasi aman dan kondusif," kata Erik. Selasa (19/12/23).

Ia mengungkapkan, setelah ditemukan adanya pelanggaran oleh PT SBJ (Pencemaran Limbah B3) Gakum KLHK lah yang melakukan penutupan, bukan Kodim 0603/Lebak yang telah melakukan penutupan.

“Karena Kodim 0603/Lebak tidak mempunyai kapasitas untuk menutup perusahaan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasca penutupan dan penyegelan lokasi tambang SBJ oleh Gakum KLHK, pihak perusahaan masih tetap melakukan aktivitas penambangan, dan dari pihak Kodim 0603/Lebak sifatnya melaporkan lalu mendekomentasikan melalui foto dan langsung mengirimkan kepada KLHK.

"Hingga yang terakhir kemarin terkait adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga terhadap PT SBJ, saya tegaskan jika Kodim 0603/Lebak tidak mempunyai uang dan kewenangan untuk menggerakkan massa, bahkan rencana akan adanya aksi unjuk rasa tersebut kami sudah mendapatkan informasinya dari awal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Erik mengatakan bahwa pihak Kodim 0603/Lebak tidak ada keterlibatan dalam aksi demo yang dilakukan warga terhadap PT SBJ, dan pihak Kodim pun tidak melarang warga untuk melakukan aksi karena itu adalah hak warga negara Indonesia untuk mengemukakan pendapat di muka umum.

“Tugas anggota Kodim di lokasi demo tersebut hanya memastikan bahwa aksi demo berjalan tertib dan aman, tidak ada timbul aksi anarkis”

"Jadi saya tegaskan sekali lagi tidak ada Oknum TNI yang mendorong masyarakat untuk melakukan demo, karena itu adalah menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang diatur oleh Undang - Undang selama pelaksanaannya sesuai Peraturan yang berlaku," kata Erick menegaskan.

(*)

Dinilai Gagal Dalam Penanganan Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Lebak Digeruduk Masa

By On Kamis, Desember 14, 2023

 


Lebak, BewaraNews.Com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak digeruduk sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dari Kolaborasi Antar Lembaga (KRL) hal tersebut ditenggarai oleh kekecewaan terhadap Kejari Lebak yang dinilai gagal dalam penanganan kasus dugaan korupsi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang dilaporkan sejak 30 April 2021 yang lalu, namun hingga saat ini belum juga ditangani.

Dalam Press Release yang diterima oleh awak media ada enam tuntutan yang disuarakan salah satunya adalah, dugaan konspirasi dan penyalahgunaan wewenang, dimana disebutkan bahwa laporan dugaan kasus korupsi PNPM yang dilaporkan tidak ditangani dan malah terkesan dihentikan penanganannya.

Dalam video yang diterima oleh awak media, aksi tersebut hampir sempat memanas ketika Andi Muhammad Nur Indramahapvira Arief, S.H. Kasi Intelijen (Kastel) dengan nada tinggi membentak mengatakan, “kasus ini sudah ditindaklanjuti sampai ke inspektorat jadi mau apalagi tidak usah berstatment yang aneh-aneh,” Jelas Andi. Kamis (14/12/2023).

Perkataannya pun langsung dijawab dengan tegas oleh Toni, salah satu koordinator aksi, ia mengatakan bahwa sudah 3 kali ganti Kastel dan 2 kali ganti Kajari namun tetap saja laporan terkait dugaan kasus korupsi program PNPM tersebut tidak jelas penanganannya.

“Kami Masyarakat punya hak, kami tidak mengkritik personal bapak, yang kami kritik kejaksaan jadi jangan kenceng-kenceng bapak ngomong. Sudah 3 kali ganti Kastel dari mulai Koharudin, Frans sampai bapak, kami percaya bapak bekerja tapi sejauh mana hal itu. Seharusnya secara administrasi, Serah Terima Jabatan (Sertijab) itu menyatakan sejauh mana perkembangan kasus, jangan sampai (penanganan kasusnya) dari kastel yang baru kembali lagi ke nol,” Tegasnya.

Selain menyuarakan pendapat di muka umum, sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kejari Lebak, pihak KRL juga secara resmi mencabut laporan yang dilaporkan kepada Kejari Lebak pada 2021 lalu namun dinilai tak ada kemajuan terkait proses penanganannya.

Ditempat terpisah Mayasari Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya menjawab bahwa, kasus tersebut sudah ditindaklanjuti dan sekarang sedang menunggu proses atau hasil dari Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (Apip) dalam hal ini ialah Inspektorat.

“Inilah tujuan mereka Laporan mereka itu sejak kasi intel lama tahun 2021 Lalu. ketika saya dan kasi intel yang baru masuk pada 2023, kami menemukan ada PR tunggakan lapdu ini, yang isinya rekomendasi ke APIP Sekarang diteruskan ke APIP dan masih berproses d APIP. Lsm ini (Kolaborasi Antar Lembaga) sudah 3 kali audensi disini sudah kami beri penjelasan tapi, tetap tidak menerima. Sekarang lapdu dicabut dan tadi sudah dibuat BAP cabut lapdu,” Ucap Kajari Lebak.

Disinggung terkait tindaklanjutnya terkait dugaan kasus korupsi ini. Mayasari mengaku belum tahu akan terus memproses atau menghentikan kasus tersebut.

“Belum tentu (tindaklanjuti atau berhenti) kami mesti laporkan kejadian ini ke Asintel dulu,” Pungkasnya. 



(*)

RS Kartini Diduga Bermasalah Terkait Kepemilikan Lahan dan Ijin Bangunannya

By On Kamis, Desember 14, 2023

 


LEBAK, BewaraNews.Com – Polemik kepemilikan lahan tempat berdirinya RS Kartini yang berlokasi No. 325 Blok Papanggo, Jl. Sunan Kalijaga, Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten saat ini bergulir sampai ke Ke tingkat Kementrian PUPR Dirjren Sumber Daya Air di Jakarta.

Pasalnya dari awal dibangunnya RS KARTINI oleh PT Kartini Karya Husada sampai berita ini kembali ditayangkan, pihak Pemkab Lebak melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) PUPR Lebak maupun Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) belum pernah memberikan rekomendasi apalagi memberikan ijin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kepada PT Kartini Karya Husada untuk membangun Rumah Sakit di lahan tersebut (Ilegal).

Bahkan menurut Kepala Bidang SDA PUPR Lebak, H, Dade pihaknya mengaku sangat heran dengan adanya bangunan RS di lokasi lahan bekas limpahan kali Ciujung (Bantaran Sungai) yang saat ini menjadi kali mati.

“Yang saya heran, kami dari pihak pemerintah daerah tidak pernah sekalipun memberikan rekomendasi kepada pihak PTSP untuk membuatkan PBG, justru saya ingin tahu atas dasar apa mereka (PT Kartini Karya Husada) mendirikan Rumah Sakit bahkan terus memperluas lokasi bangunannya,” katanya saat dihubungi via sambungan WhatsApp. Rabu (13/12/23).

Dikonfirmasi via WhatsApp, Subkoordiantor Kepegawaian dan PBMN pada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Martan Barbara, S,E, MT mengatakan bahwa pihaknya membenarkan jika lahan bantaran sungai kalimati yang saat ini berbatasan langsung dengan pagar tembok beton RS Kartini merupakan lahan yang secara aturan tidak diperbolehkan adanya bangunan.

“Saya bicara sesuai dengan aturan yang ada, kalau tidak salah untuk sungai di wilayah perkotaan minimal jarak 10 meter dari pinggir sungai,” kata martan.

Disinggung tentang sikap apa yang akan dilakukan BBWSC3 Banten terhadap bangunan RS Kartini yang batas pagar betonnya percis di pinggir sungai, ia mengatakan akan segera turun ke lokasi dan melakukan observasi.

Dibagian lain, mewakili para Aktivis Barisan Rakyat Lawan Korupsi (Baralak) Nusantara, Novi Agustina mengaku bahwa pihaknya sudah secara resmi melaporkan polemik kepemilikan lahan tempat berdirinya RS Kartini langsung ke Menteri PUPR di Jakarta.

“Alhamdulillah surat resminya sudah di terima oleh Menteri PUPR, kita hanya tinggal menunggu jawaban dari pihak kementerian, kita juga sudah tembuskan suratnya ke PJ Bupati Lebak dan lembaga penyelengara lainnya yang berkompeten,” kata Novi.

“Selain itu, kita juga mengirimkan surat resmi dari Baralak Nusantara untuk bisa bersilaturahmi dengan PJ Bupati lebak, sekalian untuk membahas polemik mengapa Pemkab Lebak tidak mempunyai keberanian untuk menindak Bangunan RS KARTINI yang menurut kami itu Bangunan Ilegal,” Tandasnya.

Kata dia, Bangunan RS Kartini yang dibangun tanpa adanya ijin dari pemerintah dipastikan itu bangunan ilegal, yang berarti bangunan tersebut tidak membayar pajak ke negara.

“Pertanyaan besar kami dari Baralak Nusantara, atas dasar rekomendasi siapa kok bisa PT Kartini Karya Husada seolah kebal hukum mendirikan bangunan tanpa memiliki ijin dari pemerintah,” katanya.

(*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *